BOLANG – BALING TAR’AM

BERTAHAN KARENA YAKIN

BOLANG – BALING TAR’AM

Saya berfikir apabila seseorang dapat sukses dengan bisnisnya, saya juga bisa. Saya ingin merasakan kesuksesan hasil kerja saya sendiri…

Umang-umang apabila tidak nyaman di cangkangnya dia, dia akan pindah ke cangkang lain. Mungkin ilustrasi ini cocok dengan cerita dari Tar’am. Tar’am, Seperti warga Indonesia lainya yang tinggal di pedesaan, dia meninggalkan kenyamanan dari rumah dia di Pekalongan.

Taram bekerja dua tahun menjual Bolang-Baling untuk majikannya, di kota rumah dia di Pekalongan. Gelisah dengan kesuksesannya, dia dengan pengetahuan yang dia dapatkan mengenai menggoreng panganan tradisional, Taram memulai bisnis dia sendiri.

KEHIDUPAN BARU DI SEMARANG
Dia pergi ke Semarang untuk memulai hidup baru. Dengan 1,5 juta rupiah dia pegang, Taram berangkat ke Semarang. Dia tahu tidak ada yang jual bolang-baling di kota itu, maka dia akan merintisnya di sana. Dia menggunakan uang itu untuk membeli dorongan makanan untuk memulai usahanya dan berusaha di pinggir jalan. Pasar masih luas untuknya.
TANJAKAN YANG TERJAL
Seperti kisah cerita sukses lainnya, ada pelajaran yang bisa dipetik dan perjalanan tantangan bersamanya. Untuk Taram, hal itu tidak berbeda. Dia baru di kota besar. Dia tidak memiliki teman dan tidak tahu jalan-jalan disana. Malam pertama di kota itu, asrama dimana dia akan tinggal menolaknya karena KTP dia telah kadaluarsa. Lalu Taram, bersama dorongan makanannya kembali ke pekalongan untuk mengurus bisnisnya.

Taram menghabiskan 3 bulan pulang balik Pekalongan dan Semarang tiap hari. 6 Jam perjalanan bolak-balik, membuatnya kehabisan dana. Tanpa teman, Taram tidak memiliki tempat tinggal di Semarang tanpa kartu identitas.

Taram ingat dia pernah selama 2 minggu hanya makan sekali sehari, semangkuk nasi. Tapi selalu menemukan energi ketika dia membuat bolang-baling jam 3 pagi setiap pagi, dan setiap matahari terbit dia belanja ke pasar untuk membeli bahan-bahan segar di pasar.
Jam 6 pagi dia akan mulai berjualan, sepanjang hari, semalaman, dengan kesabaran. Dia memiliki visi bolang-baling akan menjadi panganan favorit di Semarang. Dia hanya membutuh kesabaran dalam berjualan.

KOTA RUMAH DIA
Kegigihan dan kesabarannya menghasilkan buat dia. Sekarang setelah 8 tahun determinasi, Taram memiliki 2 cabang Bolang-Baling TARAM. Bersama istri dan kedua anak tercinta, dia memiliki perputaran bisnis sebesar 1,5 juta rupiah perminggu.

Kesuksesan terdengar di kampung kotanya, Pekalongan. Mereka berbondong-bondong ke Semarang, untuk menjual bolang-baling tentunya. Bahkan mantan bosnya pergi memindahkan bisnisnya ke Semarang!

Bersama dengan koleganya dari kampungnya, Taram memperkenal kerjasama koperasi dengan Sriboga ditahun 2003. Kerjasama ini menyediakan bimbingan bisnis dan dukungan produk, terutama Sriboga Tali Emas dan Pita Merah. Sebagai bukti kepercayaan terhadap Sriboga, dan untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk Bolang-Baling Taram, Taram membeli 150 kilo tepung per minggu.

Selamat untuk Taram, determinasi dan semangat menginspirasi kita semua!

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

1yusron snack or.jpg1sodikin.jpg