LUMPIA PAK EDY

KARYAWAN BAWA HOKI

LUMPIA PAK EDY


Orang-orang akan melihat kita sebagai kompetitor, tetapi satu hal yang pasti kita adalah keluarga. Kesuksesan individu datangnya dari tuhan…

Edy dan Lien adalah generasi keempat dari dinasty Lumpia Semarang, yang resep rahasia dan semangat yang telah diurun dari generasi ke generasi. Walaupun menggunakan resep yang sama, Edy dan Lien percaya bahwa kesuksesan datangnya dari tuhan, dan mereka tidak terlalu mengkhawatirkan tentang bisnis mereka. Semua tahu ‘Ma’am Lumpia Lien’ yang berpusat di jalan Pemuda, Semarang. Ibu Lien adalah saudari dari Edy Santoso, yang memegang label “Mr Edy Lumpia”. Ini merupakan bisnis keluarga, paman mereka memiliki ‘Lumpia Gang Lombok’, dan relasi mereka yang lain juga pemilik dari ‘Lumpia Mataram’ yang terkenal.

FAMILY BUSINESS
Setelah satu dekade melakukan bisnis, Edy lalu mendelegasikan bisnisnya ke Denny Santoso. Walaupun telah memiliki nama besar, perjalanan tidak selalu mudah untuk Denny. Kenapa tidak ada permintaan yang tinggi lumpia? apakah pelanggan tidak tertarik dengan lumpia kami? apakah kurang menarik? apakah kombinasi bahan-bahannya kurang cocok? apakah kualitas kulitnya kurang bagus? apakah salah? rasa telah berubah dan dia harus menemukan cara agar pelanggan tertarik kembali

Denny menentukan salah satu karyawannya untuk membantu penjualan, sedangkan dia akan berkonsentrasi untuk masalah produksi. Keputusan itu membawa hasil yang bagus dan penjualan pelan-pelan membaik.

Sekarang dengan tetap menggunakan nama 'Lumpia Mr. Edy', Denny memilki banyak cabang, salah satunya yang terkenal adalah di jl Pendanaran di Semarang.

GENERASI KETIGA
Waktu Denny mendapatkan warisan bisnis dari ayahnya, dia menjual lumpia seharga Rp. 300 perbuah. 'Mungkin kalian tidak percaya, tapi itu benar ditahun 1980. Sekarang, lumpia di jual dengan harga bervariasi tergantung isinya.'

Sekarang, menjual lumpia memiliki keuntungannya tersendiri, karena lumpia telah berkembang menjadi salah satu favorite panganan di Semarang. Kenaikan harga tidak mempengaruhi respon masyarakat untuk tetap membeli. Bahkan saat Idul Fitri, dimana harga bahan-bahan meningkat, orang-orang tetap membeli Lumpia untuk tetangga dan saudara. Kenaikan harga kadang hingga tiga kali lipat dari harga normal.

SABAR DAN PERSISTEN
Denny merupakan pelanggan baru di Sriboga Flour Mill. Sebagai veteran dibisnis lumpia, Denny menjelaskan selain mendapatkan produk kualitas tinggi dari Sriboga, Denny juga mendapatkan dukungan pelanggan sejak bergabungn dengan Inisiasi Koperasi Sriboga..

Konsumsi tepung Tali Emas untuk lumpia Denny adalah sepuluh sak perminggu, dan dari situ dia memiliki perputaran sekitar 15 juta rupiah.

Kesuksesan Denny juga berkat kesabaran dan persistensi dan juga mempertahankan kualitas & servis produk yang tinggi

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

1vivi bakpia 72.jpg1yusron snack or.jpg