FAQ’s

Top 10 Frequently Asked Questions

The following information provides answers to commonly asked questions asked by our clients. Some of your questions might be answered below.

Menagapa umur simpan roti tidak panjang jika tidak menggunakan pengawet?

Untuk memperpanjang umur simpan roti, orang cenderung menambahkan bahan kimia pengawet (biasanya kalsium propionat).

Sebenarnya, dari umumnya resep roti sudah banyak ditambahkan bahan-bahan yang berfungsi sebagai antimikroba (mengawetkan), diantaranya garam dan gula.

Jadi apabila dapat mengoptimalkan kerja garam dan gula tersebut sebenar nya roti yangnkita hasilkan akan relatif panjang umur simpan nya meski tanpa harus menambahkan bahan pengawet selain menghemat biaya  penggunaan bahan pengawet  terbukti merugikan kesehatan konsumen.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni menjaga kebersihan ruang produksi menggunakan sarung tangan plastik saat membungkus roti  menghindarkan produk baru dari karyawan yang baru saja menangani roti berjamur.

 

Apa faktor penyebab roti tidak berkembang maximal?

Roti tidak berkembang maksimal, karena beberapa hal, yakni :

  • Pengadukan adonan terlalu singkat atau terlalu lewat (under atau overmix).
  • Kuantitas dan kualitas ragi yang kurang tepat.
  • Fermentasi tidak optimal.
  • Pemakaian air terlalu sedikit dan mengandung kaproit berlebihan.
  • Pemakaian bread improver terlalu banyak.
  • Pemakaian margarine terlalu banyak.
  • Setelah diaduk temperatur adonan terlalu tinggi.
  • Fermentasi pertama kurang.
  • Pembualtan adonan dilewatkan.
  • Temperatur ruang steam/proofer terlalu tinggi (normalnya 330C).
  • Kelembaban ruang steam atau proofer terlalu tinggi ( normalnya 80 – 85%).
  • Temperatur oven terlalu tinggi (normalnya untuk roti manis 1900C dan roti tawar 2000C).
Mengapa donat/roti yang dihasilkan terasa kurang lembut?

Donat/ roti kurang lembut dapat disebabkan beberapa hal, yaitu :

  • Kekurangan bahan pelembut seperti air, gula, mentega, dan telur
  • Waktu pengadukan undermix atau overmix
  • Waktu proses fermentasi dan pengembangan akhir (final proofing) kurang
  • Kadar protein dalam tepung terigu kurang
  • Pemakaian ragi terlalu banyak
  • Pemakaian susu terlalu banyak
  • Kelembaban dan temperatur ruang fermentasi terlalu tinggi
  • Waktu pengovenan terlalu lama karena temperatur oven kurang  (normalnya untuk roti manis 1900C dengan waktu 10 -13 menit dan roti tawar 2000C dengan waktu 25 – 35 menit)
Mengapa Mie Mudah Putus

Mengapa mie mudah putus:

  • di tambah jumlah pengepresan/pengerollan
  • tambahkan penggunaan garam
  • tambah jumlah air jika adonan di rasakan kering
  • waktu pengistirahatan adonan di tambah agar penyerapan air lebih merata
  • ganti atau tambahkan dengan terigu berprotein lebih tinggi.
Warna Mie Berubah Gelap
  • Kurangi jumlah penggunaan garam atau garam alkali
  • Ganti pewarna yang lebih tepat
  • Tambah penggunaan pewarna makanan
  • Kurangi waktu pengukusan
  • Ganti atau campur menggunaan tepung terigu yang memiliki warna lebih cerah
  • Segera lakukan pengemasan
Mengapa Roti Terasa Asam ?
  • Pemakaian ragi terlalu banyak.
  • Pemakaian garam kurang.
  • Temperatur adonan terlalu tinggi.
  • Fermentasi awal terlalu lama (normalnaya 10 – 15 menit).
  • Waktu pembentukan adonan terlalu lama.
  • Waktu pengovenan kurang (normalnya untuk roti manis 1900C dengan waktu 10 -13 menit dan roti tawar 2000C dengan waktu 25 – 35 menit).
Mengapa Bagian Atas Cake Memuncak
  • Gunakan terigu berprotein lebih rendah
  • Perhatikan waktu pengocokan jangan sampai
  • Terlalu lama (over mixng) atau terlalu cepat
  • Under mixing
  • Suhu oven bagian atas di turunkan
Apa Penyebab Pengembangan Roti Menjadi Lama?

Waktu pengembangan roti sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas aktivitas ragi, serta suhu dan kelembapan ruang pengembangan. Proporsi rasio gula dan ragi juga ikut mempengaruhi waktu pengembangan. Bila jumlah gula ditingkatkan, maka jumlah ragi juga harus ditingkatkan secara proporsional.

  • Pemakaian bread improver kurang
  • Pemakaian gula terlalu banyak
  • Pemakaian garam terlalu banyak
  • Pemakaian susu terlalu banyak
  • Pemakaian air kurang dan mutu air todak standar
  • Pemakaian margarine terlalu banyak
  • Pengadukan kurang (undermix)
  • Temperatur adonan setelah diaduk terlalu rendah
  • Temperatur ruang fermentasi/steam room/prooferbox terlalu rendah
Mengapa pori – pori roti besar dan kasar?

Pori – pori besar atau kasar pada roti dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya;

  1. Faktor bahan baku
  • Kekurangan jumlah dan kualitas protein dalam tepung terigu.
  • Kekurangan jumlah margarine
  • Kelebihan jumlah ragi.
  • Kekurangan garam, sebagai penahan pengembang.
  • Kelebihan air.

2. Faktor Pemrosesan

  • Waktu aduk kurang atau terlalu lama (under and overmix).
  • Waktu pengembangan roti sebelum masuk oven terlalu lama (over proofing).
  • Pembuangan gas pada saat pembentukan roti (moulding) tidak sempurna.
  • Berat adonan dalam cetakan kurang (antara adonan roti dan cetakan tidak sebanding).
  • Proses pembentukan tidak tepat (waktu kurang, dibentuk berulang – ulang).
  • Temperatur oven kurang (normalnya untuk roti manis 1900C dan roti tawar 2000C).

 

 

Mengapa roti yang dihasilkan menghasilkan remah yang mudah rontok ?

Remah roti mudah rontok dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu :

  1. Kekurangan margarine.
  2. Waktu pengadukan under atau overmix.
  3. Proses penghalusan serat menggunakan mesin (dough break).
  4. Adonan terlalu kering atau kurang air.
  5. Proses pembakaran oven terlalu lama.

 

 

Join the Customer Care Program

Become a member of the Sriboga Customer Care to access to product and business support, latest news and events and online forum access.

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.